Rawan Konflik Kapolres Lanny Jaya Meminta Bawaslu Dan KPU Netral Dalam Pilkada

0

TERASTIMUR.com, TIOM – Mengingat banyaknya konflik politik yang terjadi karena adanya oknum anggota KPU dan Bawaslu yang terlibat pada Pileg 2024 lalu, sehingga diamankan aparat dan cukup menyita waktu.

Sebab itu, Kapolres Lanny Jaya Kompol Nursalam Saka meminta agar KPU dan Bawaslu dapat bertindak netral pada Pilkada Serentak 2024 ini.

Nursalam Saka  mengatakan, pada hari pencoblosan Pilkada 2024 di 27 November nanti, perlu ada kerjasama semua pihak baik dari Bawaslu dan KPU dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam menjaga netralitas.

“Pilkada serentak tahun 2024 memiliki potensi kerawanan dari pendaftaran, penentuan calon, pengundian nomor urut, pentahapan kampanye hingga sampai debat kandidat. Maka kami lebih fokus adalah potensi kerawanan pasca pemungutan dan hitung suara,” katanya.

Nursalam mengatakan bahwa, peluang konflik terjadi pada saat pemungutan suara, maka hal ini harus menjadi perhatian KPU dan Bawaslu agar tidak terjadi lagi.

“Berdasarkan pengalaman di pilpres dan pileg ada potensi kerawanan yang muncul adalah pada saat pemungutan dan hitung suara karena berkaitan dengan respon dari massa pendukung yang tidak terima,”tuturnya.

Nursalam juga meminta penyelengara harus mengambil sikap netral dan tidak berpihak ke kandidat tertentu.

“Karena tindakan seperti ini bisa berpeluang konflik, maka penyelengara di tingkat bawah hingga atas harus netral,”ucapnya.

“Kami sampaikan kepada penyelenggara terutama KPU yang sebagai pelaksana pentahapan pilkada dan Bawaslu sebagai fungsi pengawasan, sehingga jika KPU bekerja secara netral, jujur dan adil dipastikan pelaksanaan pilkada berjalan aman, apalagi jika penyelenggara telah mendukung salah satu paslon, hal itu nantinya sebagai pemicu konflik dan yang menjadi korban adalah massa pendukungnya,”jelasnya.(yb)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *