Pembodohan Publik – 1 Juli bukan Hari Proklamasi Kemerdekaan Papua tapi Hari Pecahnya Organisasi Papua Merdeka

0

TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Sepertinya pengetahuan rakyat Papua terkait sejarah daerahnya sendiri tak pernah mendalam. Sejarah Papua sengaja dikaburkan oleh beberapa pihak yang ingin rakyat Papua tak mengenali jati dirinya, sehingga sejarah yang beredar di kalangan masyarakat simpang siur dan tak berdasar.

Hal seperti inilah yang di inginkan pihak-pihak yang mau memisahkan Papua dari NKRI. Kesimpang siuran sejarah menjadikan masyarakat mudah dihasut dan diperalat oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Beberapa tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) sengaja menyebarkan isu bahwa tanggal 1 Juli 1971 adalah hari dimana proklamasi kemerdekaan Papua di deklarasikan di Markas OPM Victoria. Namun pada kenyataannya peristiwa ini tak pernah terjadi. Tak ada bukti rekaman baik audio maupun visual terkait peristiwa ini.

Hal ini adalah suatu pembodohan pada rakyat Papua yang terjadi selama bertahun-tahun. Faktanya tanggal 1 Juli 1971 merupakan hari pecahnya OPM menjadi 2 kubu. Saat itu OPM dinahkodai oleh dua orang tokoh yaitu Seth Jafet Roemkorem dan Hendrik Jacob Prai.

Konflik strategi antara Roemkorem dan Prai berujung pada perpecahan OPM menjadi dua faksi. Tentara Pembebasan Nasional (TPN) di bawah komando Seth Jafeth Roemkorem yang sering dijuluki sebagai kubu Markas Victoria (disingkat Marvic) dan Kubu Pembela Kebenaran (disingkat Markas Pemka) pimpinan Hendrick Jacob Prai dengan Tentara Pembebasan Nasional (TEPENAL).

Menanggapi pertikaian di dalam tubuh perjuangan Papua Merdeka yang tidak sehat, maka pemerintah Papua New Guinea pada saat itu melangsungkan Operasi Penangkapan para tokoh perjuangan Papua Merdeka. Hasilnya Jacob Prai, Seth Roemkorem dan Otto Ondawame ditangkap dan dijebloskan ke penjara Bomana, Papua New Guinea, disusul beberapa komandan lapangan mereka seperti Alex Derey dan Geradus Tom.

Maka dari itu, tidak ada yang istimewa di Papua pada tanggal 1 Juli. Hari Proklamasi yang digembor-gemborkan oleh pihak-pihak pro merdeka hanyalah cerita sejarah fiktif yang tak pernah ada bukti yang bisa menjelaskan peristiwa tersebut. Yang terjadi selama ini hanya pembohongan dan pembodohan terhadap rakyat Papua.(tt)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *