Aksi Solidaritas KNPB Hanya Kedok Untuk Menyuarakan Papua Merdeka
TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Ratusan massa dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi sebagai bentuk solidaritas mendukung pembebasan dan referendum Kanaky, Kaledonia Baru dari kolonialisme Perancis. Aksi ini digelar di Jayapura pada Senin (10/6/2024) sekitar pukul 15.00 WIT.
Aksi solidaritas ini diawali dengan aksi long march dengan jarak sekitar 7 km. Rute jalan kaki yang ditempuh dimulai dari sepanjang jalan raya kampus Uncen Bawah, Abepura hingga Lingkaran Perumnas III Waena, Jayapura.
Ketua I KNPB Pusat, Warius Sampari Wetipo mengatakan sebagai bangsa terjajah West Papua kini berdiri bersama bangsa Kanak untuk mendesak proses dekolonisasi bangsa pribumi Kanak tanpa intervensi warga pendatang kolonial.
“Kita bangsa West Papua mendukung sikap pro kemerdekaan Kanaky agar hak penentuan nasib sendiri dikembalikan seutuhnya kepada bangsa Kanak yang beridentitas dan leluhurnya benar-benar berasal dari Kanaky,” kata Wetipo dalam pembacaan pernyataan sikap KNPB itu.
Selain itu, dalam pernyataan sikap KNPB disebutkan juga bahwa West Papua memiliki nasib yang sama seperti Kanaky. Menurutnya bangsa West Papua saat ini sedang dijajah oleh bangsa Indonesia sehingga pihaknya akan terus melawan untuk mendapatkan hak politik sekaligus menjadi media perlawanan rakyat terhadap pemerintah Indonesia yang berjuang tanpa kekerasan dan berjuang dengan damai.
Dari isi orasi dan penyampaian aksi ini sangat bertolak belakang dengan fakta yang terjadi di tanah Papua ini. Nyatanya kelompok yang menyatakan sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) selalu melakukan kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil dan Apkam yang ada di Papua. Tak hanya itu, OPM kerap melakukan perusakan fasilitas-fasilitas publik yang memicu tindak kekerasan berikutnya seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah dan sebagainya.
Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya persamaan pemikiran dan tindakan yang sejalan dari organisasi politik maupun dari kelompok sipil bersenjata yang selalu menyuarakan kemerdekaan Papua. Akhir-akhir ini banyak sekali peristiwa tindak kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan kelompok OPM pada warga sipil, sehingga mematahkan orasi yang disampaikan oleh KNPB bahwa mereka akan berjuang dengan jalan damai. Jadi, aksi solidaritas ini hanya sebagai kedok untuk menyuarakan kemerdekaan bagi bangsa Papua sendiri terhadap pemerintah Indonesia. KNPB sama sekali tidak mewakili bangsa dan rakyat Papua yang mendukung kemerdekaan Kanaky.
Lalu, mengapa KNPB gelar aksi solidaritas untuk Kanaky saja? Sedangkan saat penduduk pribumi Australia (Aborigin) mengalami rasisme dan penolakan referendum oleh pemerintah Australia, bangsa West Papua tak pernah menggelar aksi solidaritas. Ada apa???