Ubah Limah Sagu Menjadi Briket, Di Pasarkan Melalui Online Shop
TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Usaha Mikro Briket yang terbuat dari Ampas Sagu yang berada di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura kini berkembang ke pemasaran berbasis Internet of Things (IoT).
Inisiator kegiatan, Jusuf Haurissa yang merupakan Dosen Fakultas Mesin Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, (USTJ) mengatakan, pada 2020 pihaknya berinisiatif mengubah cara pandang terhadap penggunaan sumber daya alam (SDA) dimulai di Kampung Nolokla melalui pengelolaan bahan bakar sederhana.
Dalam program pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun itu, Kampung Nolokla mendapat pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan briket sarang lebah, yang merupakan alternatif pengganti minyak tanah.
“Briket ini dibuat dari limbah ampas sagu, menunjukkan inovasi dan pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis, (21/12/2023).
Program yang berlangsung pada tahun 2023 itu, didanai oleh Dana Hibah Ristek Dikti.
Tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, yang terdiri dari Dr. Ir. Jusuf Haurissa, Gratiana Deodata H.D.P.SE, M.SI, dan Rizkial Achmad, S.Kom., M.T, memimpin proyek ini dengan tujuan khusus.
“Tujuan khususnya adalah membentuk usaha mikro briket di Kampung Nolokla,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan wira usaha di kalangan masyarakat, yang sehari-harinya lebih banyak berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga melibatkan mereka dalam proses belajar dan memanfaatkan teknologi informasi.
“Mereka diajarkan bagaimana menjalankan bisnis, mempromosikan, dan menjual produk briket mereka melalui pemasaran berbasis Internet of Things (IoT),” ujarnya.
Ketua Kelompok David Wali mengatakan usaha ini telah memberikan dampak signifikan pada peningkatan ekonomi keluarga anggota mitra.
“Masyarakat Kampung Nolokla menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Universitas Sains dan Teknologi Jayapura serta Ristek Dikti atas dukungan dan perhatian yang diberikan,” ungkapnya.
Mereka juga berharap akan mendapatkan bantuan lebih lanjut dari pemerintah daerah dan BUMN untuk membangun rumah produksi.(tt)