Tokoh Adat Agus Rawa Kogoya Menegaskan Untuk Hentikan Kekerasan Yang Terjadi di Papua
TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Bebasnya Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens dari penyanderaan Kelompok Riminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, direspons oleh Ketua Dewan Adat Lapago, Agus Rawa Kogoya.
Pilot asal Selandia Baru itu dilepas oleh Egianus Kogoya pada Selasa (17/9/2024), setelah selama 19 bulan disandera di Bandara Paro, Disktrik Paro, Papua Pegunungan.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 selama ini mengedepankan upaya soft approach atau pendekatan lunak daripada hard approach.
“Terjadinya insiden teror penembakan, penyanderaan dan kekerasan di Papua, penting untuk diketahui siapa yang memberi perintah, karena telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat sipil,” ujar Agus, Senin (23/9/2024).
Menurut Agus, dinamika di Papua telah sampai kepada dunia internasional, sehingga aksi yang dinilai melanggar hak hidup masyarakat sipil justru sangat merugikan.
“Jika memang KKB punya tujuan tertentu, kami ingatkan bahwa masalah Papua telah menjadi perhatian internasional. Oleh karena itu, terkait penyanderaan Pilot Susi Air seharusnya mereka lebih berhati-hati dalam setiap tindakan,” katanya.
Tak hanya itu, aksi teror turut dikritisi karena pernah terjadi di lingkungan Gereja.
Agus mengatakan tindakan tersebut telah mencederai kehidupan keagamaan yang seharusnya dapat membawa pengaruh kedamaian.
“Termasuk terhadap lingkungan Gereja dan tempat umum lainnya. Sebagai Tokoh Adat, Saya menegaskan bahwa tindakan yang tidak benar harus dihentikan,” ujarnya.
Karena itu, Agus Kogoya mengajak seluruh elemen masyarakat di Papua untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang bermaksud memecah belah keharmonisasian.
“Saya juga mengajak semua pihak untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah kita. Papua harus damai,” tegasnya.(yb)