Tanggapan Pangdam XVII/Cenderawasih Mengenai Video Penyiksaan Yang Beredar : “Sedang Di Telusuri Dan di Konfirmasi”
TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Video berisi aksi kekerasan terhadap seorang warga sipil yang dilakukan oleh sejumlah orang menggunakan atribut TNI, viral di media sosial sejak Kamis (21/3/2024) malam.
Dalam postingan video beredar luas, disebut lokasi kejadian berada di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Menanggapi hal itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan Melalui Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan mengatakan pihaknya tengah menelusuri dan menkonfirmasi kebenaran video tersebut.
“Potongan video tersebut masih ditelusuri, baik tentang kejadian sebenarnya dimana dan kapan, sehingga tidak terjadi kesimpang siuran dalam pemberitaan,” ujar Candra, Jumat (22/3/2024).
Ia berujar, diperlukan kehati-hatian dalam menyimpulkan video yang beredar untuk menghindari spekulasi dan berbagai dugaan.
“Hasilnya nanti akan kita sampaikan,” jelasnya.
Candra menegaskan, apabila fakta di lapangan benar dan melibatkan prajurit, maka pihaknya memastikan akan menindak tegas pelaku serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Tentunya lewat proses peradilan militer.
“Karena TNI seperti lembaga atau institusi lainnya yang juga menjunjung tinggi hukum dan HAM,” tegasnya.
Merespons soal beredarnya tuduhan Satgas Yonif 300/R dalam video tersebut, Kapendam mengatakan selama bertugas di Ilaga, hubungan prajurit TNI dengan masyarakat sangat baik dan harmonis.
“Tidak pernah ada keluhan perilaku keras terhadap masyarakat. Justru masyarakat sangat senang dengan Satgas Yonif 300/R dan diberi kehormatan oleh suku Dani dengan gelar Kogoya dari Kepala Suku Besar Kabupaten Puncak di Gome,” Jelasnya.(tt)
Judul Artikel Berita Sebelumnya ‘Tanggapan Pangdam XVII/Cenderawasih Mengenai Video Viral : “Itu Tidak Benar”’
Judul Tersebut Kami Koreksi Karena Tidak Akurat Dalam Mengutip dan Menyimpulkan Pernyataan Pangdam XVII/Cenderawasih Sehingga Terlepas Dari Konteks dan Isi Berita.