Seorang Jurnalis di Keroyok Polisi Saat Meliput Aksi Massa di Nabire

0

TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Sejumlah anggota  polisi mengeroyok seorang jurnalis, saat meliput aksi massa di Jepara 2 Wadio, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (5/4/2024).

Massa menuntut penegakan hukum terhadap aparat TNI yang menyiksa warga secara sadis hingga viral di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, beberapa waktu lalu.

Massa juga menyerukan bila Tanah Papua saat ini dalam fase darurat militer.

Massa membentangkan spanduk tuntutan kepada Pemerintah Pusat agar segera menarik aparat keamanan lantaran rakyat Papua tak mau tanahnya digunakan sebagai area pertaruhan investasi.

Polisi bertindak represif terhadap massa, Mereka memukul mundur massa yang menyampaikan aspirasinya secara damai.

Yulianus Degei mengatakan, handphone miliknya yang digunakan live facebook untuk konten media juga dirampas.

Padahal, massa sendiri tidak melakukan hal yang sama terhadap dirinya sebelum akhirnya dipukuli oknum polisi.

“Saya maju ke depan untuk melakukan siaran langsung lebih dekat, tapi saat itu saya disuruh mundur oleh satu oknum polisi, dan ketika saya mundur, ada polisi lain yang bertanya wartawan mana,” ujarnya.

Sayangnya, kericuhan meletus tdidak lama setelah Jurnalis Yulianus Degei berada di lokasi unjukrasa.

Massa membakar ban mobil di tengah jalan seiring terjadinya aksi saling lempar.

Sejumlah polisi baru tiba menggunakan mobil untuk meredam situasi serta membadamkan api.

“Saya jawab dari Tribun-Papua.com sambil menujukan ID card, namun mereka tidak mengindahkan apa yang saya sampaikan, dan langsung datang dari samping untuk memukul saya,” ucapnya.

Menurut Yulianus, ada empat orang anggota polisi yang memukulinya.

“Mereka maju sama-sama dan mengeroyok bagian kepala, namun karena saya gunakan helm jadi kepala aman, hanya ada sedikit benjolan,” ujarnya.

Yulianus menyayangkan sikap represif aparat merampas handphone miliknya yang digunakan untuk liputan.

HP itu kini berada di tangan pihak kepolisian.

“HP saya dirampas dari tangan oleh keempat polisi tersebut. Saat itu saya sedang live facebook” katanya.

Setelah kejadian itu, Yulianus pun mundur untuk mencari tempat aman.

Saat ini kondisi Yulianus dalam keadaan baik.

Yulianus berharap, HP yang ia gunakan segera dikembalikan, dan para oknum polisi yang melakukan pemukulan juga harus ditindak tegas.(tt)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *