Sebanyak 72 Unit Rumah Layak Huni Bagi Warga Pasca Gempa di Bangun

0

TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Kementerian Sosial RI telah merealisasikan program relokasi warga terdampak gempa bumi di Kota Jayapura pada awal 2023 lalu.

Program itu diinisiasi oleh Keuskupan Jayapura, dengan membangun 72 unit rumah layak Huni di Koya Timur dan  Distrik Muara Tami.

Peletakan batu pertama telah dilaksanakan di lokasi pembangunan seluas 3 hektare di tanah milik Keuskupan Jayapura, Senin (4/3/2024) siang.

Uskup mengatakan, sebelumnya 72 warga ini tinggal di seputaran dok V dipinggiran kali, sehingga waktu gempa merusak seluruh kediaman masyarakat tersebut.

Uskup Jayapura menjelaskan, seiring berjalannya waktu dia berpikir bahwa, nanti umatnya mau tinggal dimana lantaran bangunan rumah mereka telah rusak oleh karena itu ia mengambil inisiatif untuk bertemu dengan Mentri Sosial.

“Saya langsung ketemu menteri untuk sampaikan permohonan, lalu ibu menteri katakan bapa Uskup tidak usah bikin proposal, bapa Uskup bicara saja sudah cukup,” ucap Uskup.

Dengan hal itulah hari ini boleh terealisasi pembangunan rumah layak huni bagi 72 Kepala Keluarga.

Ditempat yang sama, Kepala Balai Besar Kemensos RI Regional VI Maluku-Papua John Mampioper menyampaikan, rumah layak huni tersebut dibangun di lahan seluas 2 hektare 600 meter persegi.

“Kurang lebih 3 hektare lahan seluruhnya, dan sudah dilakukan proses pelepasan adat dan bahkan sudah punya sertifikat dan punya hak milik dari Keuskupan Jayapura,” katanya.

Menurutnya,diatas tanah itu akan dibangun rumah layak huni atau bantuan sosial dan bentuk perumahan bagi warga korban gempa bumi tahun 2023 tepatnya bagi warga umat katolik khususnya kelurahan Trikora di dok V.

“Kurang lebih akan dibangun 72 unit rumah, tapi diatas sini dibangun juga terintegrasi lahan untuk budidaya pertanian, termasuk ternak babi, ayam dan ikan kemudian budidaya tanaman holtikultural yang bisa digunakan dalam rangka pemenuhuan kebutuhan lokal bagi warga hunian,” ujarnya.

Jhon berharap dengan rumah layak huni kemudian lahan terintegrasi kiranya bisa membantu aktivitas warga.

“Tentunya dari Kemensos kami akan dukung dengan program pelatihan tapi juga dengan pemberdayaan masyarakat, sehingga nanti dengan hunian ini menjadi sebuah pilot project,” ucapnya.(tt)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *