Ratusan Masyarakat di Jayawijaya Gelar Doa Bersama Dan Serubu Lilin Untuk Mengenang Lukas Enembe

0

TERASTIMUR.com, WAMENA – Ratusan masyarakat di Jayawijaya memadati area Tugu Salib yang terletak di jantung kota Wamena, Kab. Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (4/1/2024). Kehadiran masyarakat tersebut untuk mengikuti aksi doa bersama dan seribu lilin untuk mengenang kepergian mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Kegiatan itu dihadiri Dandim 1702 Jayawijaya, perwakilan Polres Jayawijaya, unsur forkopimpada Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya, ketua – ketua OKP, tokoh paguyuban, ketua KNPI, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta tokoh adat. Dalam sambutannya Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Cpn Athenius Murip mengatakan, walaupun yang datang dalam aksi tersebut tidak sesuai yang ditargetkan, namun kehadiran kaum pemuda dan undangan yang hadir, sudah mewakili para tokoh di daerah itu.

“Sebenarnya saya bisa menggerakkan banyak orang untuk hadir, tetapi ini bertepatan dengan duka yang dialami oleh saudara saudara kita saat ini, yakni suku Walak dan suku Lany sehingga saya harus fokus juga untuk hal itu,”kata Athenius

Kepergian Lukas Enembe harus melahirkan Lukas Enembe selanjutnya di tanah Lapago. Almarhum sudah membuktikan bahwa orang Lapogo mampu bangkit dan berbuat banyak untuk Papua, sehingga diharapkan pondasi yang sudah ditanamkan oleh tokoh pembangunan tersebut, harus dijaga dan diteruskan oleh generasi yang ada saat ini.

“Kegiatan yang menyangkut pemuda di Lapago, semua harus terlibat masuk dalam pemuda Lapago bangkit, sehingga kita dapat membangkitkan semua aspek kehidupan dan aktifitas,”ucapnya.

Sementara itu mewakili Paguyuban Nusantara, Dr. Rudi Hartono Ismail mengungkapkan, sosok Lukas Enembe adalah orang yang senantiasa membuka ruang untuk paguyuban Nusantara di tanah Papua, untuk senantiasa hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya tanpa melihat perbedaan.

“Kami di akademisi sangat merasakan kebijakan almarhum, salah satunya adek adek kita diberikan keleluasaan untuk mengembangkan SDM nya. Bahkan sudah ada 100 Doktor yang disekolah oleh beliau ke luar Negri selama kepemimpinannya,”ungkapnya.

Selain dijuluki sebagai tokoh pembangunan, Lukas Enembe adalah sosok pemimpin pemersatu di negri ini khususnya di tanah Papua. Selama kepemimpinannya, almarhum banyak mendorong SDM Papua untuk bisa bangkit dengan memiliki kapabilitas dan kompetensi, yang dapat bersaing hingga dunia Internasional.

“Belum ada Gubernur seperti beliau yang memberikan kesempatan kepada adik – adik kita untuk menimbah ilmu ke luar negri,”tuturnya.

Doa bersama dan seribu lilin untuk Lukas Enembe dipimpin oleh salah satu tokoh agama yang juga anak asli Lembah Baliem, H. Adnan Yelipele yang merupakan Ketua MUI Jayawijaya.(tt)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *