Perum Bulog Cabang Manokwari Batasi Penjualan Beras Subsidi Kepada Mitra Dagang

0

TERASTIMUR.com, MANOKWARI – Pada awal tahun 2024, Perum Bulog Cabang Manokwari, Provinsi Papua Barat mulai membatasai penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada para mitra dagang.

Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari Armin Bandjar mengatakan, hal ini dilakukan karena ditemuka bahwa di sejumlah toko menjual beras SPHP di atas harga eceran tertinggi (HET).

Beras SPHP mempunyai harga eceran tertinggi (HET) Rp11.800/kg atau Rp59 ribu dalam kemasan 5 kilogram. Tetapi, ditemukan di sejumlah toko di Manokwari menjual beras SPHP dengan harga Rp68 ribu.

Bahkan, ada pedagang yang mengganti kemasan beras SPHP agar bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

“Kemungkinan toko tersebut bukan mitra bulog tapi membeli beras SPHP dari mitra,” ungkap Armin Bandjar, Jumat (1/3/2024).

Ia mengatakan, Perum Bulog Cabang Manokwari saat ini sedang mendata ulang para mitra dagang beras SPHP di Manokwari, yakni pedagang di kios, toko maupun Rumah Pangan Kita (RPK).

Mitra Bulog tidak diperbolehkan menjual harga di atas HET dan dilarang menjual beras SPHP ke toko lain yang membuat harga melonjak dari HET.

Sementara untuk pedagang yang telah lebih dulu menjual beras SPHP di atas HET, ia mengaku, pihaknya telah menegur secara lisan dan tertulis.

“Karena itu, saat ini mitra kita data ulang. Mereka kita minta buat pernyataan ulang dan permohonan ulang. Nanti kita kontrol lagi, kalau masih melakukan pelanggaran, kita akan usulkan masuk daftar hitam,” tuturnya.

Ia berharap, adanya pendataan ulang tersebut diharapkan agar penjualan SPHP lebih tertib dan kedepannya lebih mudah ditemukan di pasaran oleh masyarakat yang membutuhkan.(tt)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *