Perjuangan OPM Saat Ini Dinilai Bertentangan, Para Pejuang EKS OPM Mengadakan Doa Bersama
TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Kegiatan doa bersama digelar oleh para Eks Pejuang Organisasi Papua Merdeka (OPM) di makam Panglima Besar OPM asal Nabire, alm. Yulian Yaap Marey di Kampung Nusantara Kimi, Distrik Teluk Kimi, kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Kamis (30/11/2023).
Acara doa bersama ini dihadiri oleh keluarga Almarhum, tokoh agama setempat, tokoh adat setempat dan beberapa tokoh eks pejuang OPM yang telah kembali pada pangkuan Ibu Pertiwi.

Beberapa rangkaian dalam acara ini diawali dengan doa ziarah, ibadah dan penyampaian firman oleh pendeta, pernyataan sikap oleh para tokoh eks OPM dan dilanjutkan pembagian sembako secara simbolis.
Doa bersama dan ibadah ini dipimpin oleh pendeta Maniawasi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa mengutuk keras perjuangan OPM saat ini karena tidak selaras dengan perjuangan almarhum Yaap Maray zaman dahulu.
“Perjuangan OPM zaman dulu tidak pernah mendengar adanya guru, tenaga kesehatan dan pekerja yang dibunuh. Namun, apa yang kita lihat saat ini jauh dari perjuangan bapak Yaap Maray bahwa OPM berani menyakiti Pastor dan Pendeta, maka kami mengutuk keras aksi mereka”, lanjut Maniawasi.

Para tokoh eks OPM berharap melalui kegiatan ini mampu membuka hati dan pikiran saudara-saudara yang masih di hutan agar mau bergabung kembali pada NKRI. Hal ini ditegaskan dalam pernyataan sikap yang disampaikan bahwa mereka telah ditipu dan janji kemerdekaan tidak pernah ditepati.
Melalui doa bersama dan pernyataan sikap yang disampaikan oleh mantan pejuang OPM ini, mereka berharap agar anak cucu mereka dapat merasakan damai dan masa depan yang cerah. Mereka pun mengajak seluruh rakyat Papua untuk bersama-sama membina persatuan dan kesatuan dalam bingkai Merah Putih agar Papua menjadi tanah yang diberkati serta menjadi surga kecil yang damai.
Setelah itu kegiatan dilanjutkan penyerahan sembako secara simbolis oleh perwakilan forkopimda setempat dan makan siang bersama dengan peserta yang hadir.