Penembakan Dan Kekerasan di Papua Masih Terjadi, Andika Perkasa: Ada 2 Faktor
TERASTIMUR.COM – Kasus kekerasan hingga penembakan kini masih terjadi Provinsi Papua.
Melihat hal tersebut, mantan panglima TNI, Jenderal (Purn) Andika Perkasa menilai ada dua sisi atau faktor penyebabnya.
Sisi pertama, menurut Andika, di mana ada oknum warga Papua yang melakukan kekerasan tanpa merasa bersalah.
“Mereka dengan entengnya kemudian melakukan kekerasan,” kata Andika.
Hal ini, menurut Andika karena kurangnya pendidikan di Bumi Cenderawasih membuat kekerasan tersebut terjadi.
“Semakin orang menerima pendidikan, maka nilai kemanusiaan itu akan masuk,” ujar mantan Kepala Staf TNI AD itu.
Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.
“(Tetapi) tetap saja lambat dan diberikan kewenangan wakil presiden untuk mengkoordinir itu semua,” kata Andika.
Sisi selanjutnya, lanjut Andika, dari aparat TNI-Polri yang juga melakukan kekerasan di sana.
“Nah itu yang waktu saya menjabat (Panglima TNI), itu yang saya mulai untuk diubah. Kita enggak boleh terpancing,” ucap Andika.
“Kita melakukan tindakan, juga dengan cara sesuai prosedur hukum,” kata dia.
Andika mengatakan, aparat TNI-Polri harus mengajarkan pada masyarakat Papua bahwa aparat mengambil tindakan tegas karena alasan yang kuat.
“Misalnya mereka membuat senjata dan mengancam kita. Apa boleh buat, kita harus mengambil tindakan tegas,” tutur Andika.
“Tapi manakala mereka tidak bersenjata, kita pun jangan begitu mudahnya mengambil tindakan sampai akhirnya ada korban di sana. Kita harus mulai mengajarkan bagaimana humanity itu kita terapkan di sana,” kata Andika.