Pemprov PBD Berikan Penilaian Kinerja Kota Turunkan Stunting Tahun 2022
TERASTIMUR.COM – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) berikan penilain kinerja Kabupaten/ Kota terhadap 8 aksi konvergensi turunkan stunting tahun 2022 lalu.
Penilaian kinerja yang dilakukan pemerintahan provinsi Papua Barat Daya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) dengan memberikan piala dan piagam kepada 6 pemerintah daerah dalam penanganan stunting tahun 2022 yang berlangsung di Gedung Lamberth Jitmau, Kota Sorong, Provinsi PBD, Rabu (9/8/2023).
Kegiatan ini dihadiri Pj Gubernur Papua Barat Daya bersama Pj ketua TP PKK PBD, para bupati dan wali kota serta Pimpinan OPD tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota.
Ketua Bapperida Provinsi Papua Barat Daya Rahman,S.STP.,M.Si dalam sambutannya mengumumkan bahwa Kabupaten Sorong meraih peringkat 1 dengan total skor 121, disusul peringkat 2 Kabupaten Sorong Selatan skor nilai 105, Kabupaten Maybrat raih peringkat 3 skor nilai 98.
Peringkat 4 diraih dua Kabupaten yaitu Tambrauw dan Raja Ampat dengan skor 88, sedangkan Kota Sorong menjadi juru kunci alias peringkat 5 dengan skor nilai 73.
Pj Gubernur Papua Barat Daya Muhammad Musa’ad dalam sambutannya mengaku bahwa Indonesia sudah merdeka 78 tahun namun prevelensi stunting masih tinggi sampai di tanah papua diatas 30 persen, khusus untuk Provinsi termuda ini berada pada 32 persen.
Hal ini menjadi tugas bersama baik pemerintah provinsi, kabupaten/ kota dan masyarakat untuk menurunkan angka stunting sampai 14 % pada tahun 2024.
Penegasan 8 konvergensi stunting merupakan strategi dimana poin pertama tentang komitmen pimpinan daerah untuk bersama-sama dengan stakeholder di daerah melakukan langkah inovatif dan kreatif dalam mengurangi stunting.
Kemudian lakukan kampanye stunting secara masif kepada masyarakat untuk mempengaruhi pola pikir serta perilaku masyarakat tentang bahayanya stunting ini dalam kehidupan manusia, selanjutnya ketahanan pangan.
“Ada 5 pilar untuk penanganan pencegahan stunting yaitu komitmen pimpinan, harus ada kampanye yang masif untuk merubah pola sikap, pola pikir, perilaku masyarakat dan ketahanan pangan,” ucap Muhammad Musa’ad dalam sambutannya.
Musa’ad berharap, pemerintah daerah bersama stakeholder dan semua pihak satukan barisan dalam berkolabosari menurunkan stunting di Provinsi Papua Barat Daya ini.