Pembangunan Ditolak, Warga Diancam: TPNPB-OPM Ingin Masyarakat Papua Tetap Tertinggal

0

Kelompok yang mengatasnamakan TPNPB-OPM Kodap III Ilaga menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan Kantor Bupati dan Kantor DPRK Kabupaten Puncak di Distrik Gome dan Distrik Omukia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh pimpinan TPNPB Kodap III Ilaga, Pilanus Wakerkwa, pada Jumat, 13 Maret 2026 dari wilayah Distrik Gome. Dalam pernyataan itu, mereka menolak pembangunan fasilitas pemerintahan di Kampung Agiyome, Kampung Kuleme, dan Kampung Kungga dengan alasan berkaitan dengan penggunaan tanah adat.

 

Penolakan tersebut dinilai sebagai sikap yang menghambat kemajuan Papua. Pembangunan kantor pemerintahan sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan daerah, serta membuka akses kesejahteraan bagi masyarakat. Namun, TPNPB-OPM justru menolak rencana tersebut dan bahkan menyebut sejumlah nama warga yang dituding terlibat dalam penyerahan tanah, seperti Dokar Magai, Justin Magai, Jemi Magi, Diman Magai, Abener Magai, Melkias Magai, Mesi, dan Miles.

 

Selain menolak pembangunan, kelompok tersebut juga menyampaikan ancaman terhadap pihak yang dianggap mendukung pembangunan. Sikap ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat karena dapat menciptakan rasa takut dan menghambat kemajuan daerah. Banyak pihak menilai penolakan pembangunan oleh TPNPB-OPM justru membuat masyarakat Papua tetap tertinggal, sehingga masyarakat tidak mendapatkan pendidikan, pelayanan, dan pembangunan yang layak. Kondisi tersebut dinilai membuat masyarakat lebih mudah dipengaruhi dan dikuasai oleh kelompok bersenjata.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *