Pemalakan Berujung Ricuh di Jalan Trans Nabire – Ilaga
TERASTIMUR.com, NABIRE – Pelaku pemalakan yang berujung Ricuh di Gerbang Sadu Wadio, akhirnya ditangkap polisi bersama sejumlah kepala suku setempat.
Akibat penganiayaan yang terjadi pada 21 April 2024 di jalan trans Nabire-Ilaga, pihak keluarga korban sempat melakukan pemalakan jalan serta membakar rumah milik pelaku pada Senin (22/4/2024).
Salah satu Kepala Suku Mee, Didimus Tebai mengatakan bahwa pelaku pemalakan dan penganiayaan harus bertanggung jawab sesuai surat kesepakatan bersama beberapa waktu lalu.
“Sebenarnya aksi pemalakan seperti ini kita sudah atur aman dengan surat kesepakan waktu itu, namun masih ada yang melakukannya di sekitaran Gerbang Sadu. Saya harap, sesuai surat kesepakatan yang kita tandatangani waktu itu, pelaku harus ditangkap untuk bertanggung jawab,” tega Didimus.
Sementara itu, kepala suku Moni, Musa Kobogau mengatakan pihaknya sempat berusaha menangkap pelaku.
Dia juga berharap supaya pihak korban tidak bertindak gegabah.
“Untuk pelaku, sesuai surat kesepakatan kita akan mengejar dan menangkap pelaku sama-sama dengan pihak kepolisian.”
“Oleh karena itu saya berharap supaya warga korban tidak bertindak gegabah, agar warga yang tidak bersalah tidak kena dampaknya,” harap Musa.
Kapolsek Nabire Barat, Iptu Harsyad Sabbe Rety mengatakan bersedia membantu mengejar dan menangkap pelaku pemalakan dan penganiayaan.
“Kami pihak keamanan siap untuk membantu mengejar dan menangkap pelaku.”
“Kami juga meminta agar pihak korban segera membuat laporan di kepolisian, supaya kita cepat-cepat bertindak,” ucapnya.(tt)