Peluru Atas Nama “Perjuangan”: TPNPB-OPM Menjadikan Warga Sipil Papua sebagai Korban, Dunia Dibungkam oleh Propaganda
TERASTIMUR.COM – TPNPB-OPM kembali berupaya membungkus kekerasan bersenjata dengan narasi panjang tentang “genosida”, sementara fakta di lapangan justru menunjukkan merekalah aktor utama yang menempatkan warga sipil Papua dalam bahaya nyata. Penembakan pesawat sipil, teror terhadap masyarakat kampung, serta ancaman terbuka terhadap penduduk Yahukimo memperlihatkan pola yang konsisten dimana rakyat dijadikan alat propaganda dan tameng hidup demi kepentingan politik kelompok bersenjata.
Narasi yang disebarkan ke media internasional secara sengaja menghilangkan konteks penting bahwa setiap gangguan keamanan, lumpuhnya layanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi logistik di Papua adalah konsekuensi langsung dari aksi TPNPB-OPM sendiri. Klaim kemanusiaan mereka runtuh ketika senjata diarahkan ke pesawat sipil dan masyarakat tak bersenjata. Dalam perspektif hukum humaniter internasional, tindakan tersebut bukan perlawanan, melainkan pelanggaran HAM berat dan kejahatan terhadap warga sipil.
Upaya memonopoli penderitaan Papua melalui propaganda global adalah strategi klasik kelompok bersenjata untuk mencari legitimasi, sekaligus menutupi fakta bahwa TPNPB-OPM bukan representasi rakyat Papua. Semakin keras mereka mengangkat isu kemanusiaan, semakin jelas kontradiksinya. Kekerasan yang mereka lakukan justru memperpanjang konflik, memperdalam trauma, dan menghancurkan masa depan generasi Papua sendiri. Dunia perlu melihat Papua secara utuh, bukan melalui propaganda senjata, tetapi melalui kenyataan siapa yang benar-benar menciptakan ketakutan di tanah itu.