Pasca Bentrok TNI AL dan Brimob, 21 Anggota Polri di Periksa
TERASTIMUR.com, SORONG – Sebanyak 21 anggota Polri diperiksan Polda Papua Barat terkait aksi bentrok anggota TNI AL dan Brimob yang terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, beberapa waktu lalu.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ongky Isgunawan mengungkapkan, pasca bentrok tersebut, pihaknya langsung melakukan investigasi.
“Sebanyak 21 anggota yang kami periksa mulai dari Brimob, KP3 Laut hingga petugas Polresta Sorong Kota,” katanya, Minggu (21/4/2024).
Ongky menegaskan, investigasi yang dilakukan Polda Papua Barat dan Polresta Sorong Kota sebagai upaya untuk mencari fakta ihwal bentrok prajurit TNI AL dan Brimob di lapangan.
Bahkan, sambung Ongky, saat jumpa pers di Kota Sorong, Kapolda Papua Barat langsung memberikan penekanan terkait kejadian itu.
“Di depan Panglima Koarmada III kemarin Kapolda Papua Barat langsung jelaskan kasus yang dipicu salah paham,” ucapnya.
Menurutnya, semua penekanan di Sorong waktu itu terkait bentrok TNI AL dan Brimob memiliki maksud yakni solidaritas kedua institusi negara ini harga mati di Papua.
Terkait investigasi kali ini, ia mengaku tak akan menutup-nutupi semua tahapan investigasi yang berjalan di jajaran Polda Papua Barat.
“Kami pasti akan mengkonfirmasi hasil yang didapatkan terkait bentrok ini kepada setiap institusi saat bentrok pecah,” ungkapnya.
Ongky menjelaskan bahwa, proses investigasi terkait kasus kemarin dilakukan di setiap institusi masing-masing.
Ia pun berharap, tahapan ini bisa segera selesai agar bisa menentukan langkah selanjutnya di internal jajaran Polda Papua Barat.(tt)