Orangtua Michelle Kurisi Mengaku Diteror 

0

TERASTIMUR.COM – Elisabeth Mandosir, orangtua korban pembunuhan yang diduga dilakukan Tentara pembebasan Nasional Papua Barat bersama Michelle Kurisi, mengaku pernah mendapat teror setelah jenazah anaknya ditemukan. Hal itu disampaikan Mandosir di Kota Jayapura.

Mandosir menyatakan teror dan intimidasi itu disampaikan melalui kotak masuk akun media sosialnya. Teror itu terjadi setelah jenazah Michelle Kurisi ditemukan di Distrik Kolawa, Kabupaten Lanny Jaya, pada 31 Agustus 2023.

“Saya pernah mendapat pesan (di inbox media sosial) yang isinya ‘kamu akan dibunuh seperti anak kamu’. Bagi saya, itu konsekuensi dari setiap keputusan yang anak saya ambil,” kata Mandosir.

Ia mengaku telah melaporkannya teror itu kepada Kepolisian Daerah Papua, agar bisa diselidiki. “Kami sudah laporkan, sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Mandosir meminta kasus pembunuhan anaknya tidak dimanfaatkan orang tertentu. “Cukup kehidupan anak saya dikorbankan untuk orang lain. Jangan lagi jasad dan jenazahnya digunakan untuk kepentingan orang lain. Biarkan dia pergi dengan tenang,” katanya.

Secara pribadi, ujar Mandosir, dirinya sudah melepas pengampunan kepada siapapun orang yang telah membunuh Michelle Kurisi. “Siapapun pelakunya, saya menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan atau sesuatu yang anak saya buat sehingga menjadi korban pembunuhan. Saya tidak punya hak untuk menghakimi, sepenuhnya saya serahkan kepada Tuhan. Biarlah anak saya menjadi korban untuk negeri ini, sebab saya yakin darah yang jatuh tidak akan sia-sia,” katanya.

Ia meminta Presiden Joko Widodo memberi perhatian khusus kepada dua anak kandung Michelle Kurisi. “Saya minta pemerintah memperhatikan dua anak Michele yang masih kecil. Saya tidak minta uang, saya hanya minta perhatian pemerintah untuk mereka,” ujarnya.

Berpamitan

Elisabeth Mandosir menyatakan Michelle Kurisi sempat berpamitan ke Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Menurutnya, Michelle Kurisi tengah mengurus pencalonannya sebagai calon anggota legislatif. “Semua komunikasi dan diskusi dikirim ke saya, dan saya setuju dengan rencana itu karena Michelle memang punya potensi,” katanya.

Menurutnya, Michelle berencana membangun kantor Partai Gerindra di atas tanah milik bapaknya yang berada di Silo Karno, Kabupaten Jayawijaya. “Atas rencana itu, mereka urus pelepasan tanah dengan orang-orang tua yang ada di sana. Selain rencana itu, Michelle memiliki misi lain, yakni mengunjungi anak-anak pengungsian yang berada di Lanny Jaya. Tapi kalau lain dari pada itu, saya tidak tahu,” ujarnya.

Mandosir menyatakan pembunuhan terhadap anaknya itu tidak terduga, namun pihak keluarga tidak bisa menyalahkan siapapun. “Kami sebagai orang tua hanya bisa mengingatkan dan terus mengingatkan, apalagi ketika mengetahui Michelle berada di Wamena. Saya sebagai ibu memliki firasat yang tidak seperti biasanya, sehingga harus setiap hari menanyakan ke almarhumah ada dimana dan kapan pulang,” ujarnya.

Kepala Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) Perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan pihaknya akan memantau ancaman dan intimidasi terhadap orangtua Michelle Kurisi. “Kami akan melihat tingkat ancamannya seperti apa. Komnas HAM akan meminta polisi dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk pendampingan,” kata Ramandey.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *