OPM Tantang TNI-Polri Perang Terbuka, Ini Jawaban Kapendam XVII/Cen “Saat Ini Hanya Fokus Melindungi Masyarakat”

0

TERASTIMUR.com, JAYAPUYRA – Pasca penembakan terhadap Danramil Aradide, Letda Inf Oktovianus Sogalrey, Komandan Operasi TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai, Osea Satu Boma menantang TNI-Polti untuk perang terbuka.

Menurut Osea, penembakan terhadap Danramil Aradide sebagai bentuk perang tahapan menuju revolusi total, demi merebut kemerdekaan.

“Kami tidak minta uang, jabatan atau pembangunan dan lain-lain. Namun sebagai bentuk perlawanan kami terhadap musuh kami yaitu TNI-Polri,” kata Osea.

Tak hanya menantang TNI-Polri untuk perang terbuka, Osea juga mengeluarkan ancaman tembak mati bagi warga asli Papua yang terlibat membantu TNI-Polri lewat cara spionase terhadap aktivitas TPNPB.

“Apa pun yang akan terjadi jangan cari rakyat sipil tetapi cari kami pasukan TPNPB, sebab itu semua kami pasukan TPNPB yang lakukan sebagai bentuk perlawanan mengusir pendudukan pemerintah Indonesia di atas Tanah Papua,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan mengatakan, pihaknya saat ini hanya fokus melindungi masyarakat.

“Kami ingin ada perdamaian, kedamaian, percepatan pembanguan di Papua berjalan dengan lancar,” kata Candra, Sabtu (13/4/2024).

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri angkat bicara terkait selebaran ajakan perang terbuka yang dikeluarkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya.

Matius mengatakan, ini bukan pertama kalinya KKB mengeluarkan tantangan serupa ini.

“Ini sudah sering kali mereka lakukan, bukan saja di Intan Jaya, tapi juga di Jayapura, di Puncak Jaya, ini biasanya terjadi saat eskalasi sedang tinggi,” kata Matius

Matius menilai, situasi keamanan di Papua sedang meningkat beberapa waktu terakhir, khususnya di Intan Jaya.

Ia mengatakan, aparat keamanan tak mau gegabah mengambil tindakan hukum terhadap KKB yang berulah di Intan Jaya.

Aparat keamanan, kata dia, harus menangani keadaan di Intan Jaya dengan tenang.

“Kejadian di Intan Jaya ini selalu berulang dan ini harus kita sikapi dengan tenang agar kita bisa mengambil langkah-langkah penegakan hukum yang pas dan soft. Kita tidak mau mengulangi kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi beberapa waktu lalu,” kata Matius.

Salah satu cara yang dilakukan dengan menambah jumlah personel di Polres Intan Jaya.

Hal itu dilakukan agar situasi keamanan di wilayah itu lebih kondusif. (tt)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *