Mahasiswa Paniai di Sorong Desak Pemda Bangun Asrama Permanen
TERASTIMUR.ccom-Mahasiswa dan pelajar asal Kabupaten Paniai yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/I Paniai (IPMAPAN) Kota Studi Sorong mengajukan desakan keras kepada Pemerintah Kabupaten Paniai untuk segera membangun asrama permanen. Desakan ini mencuat seiring dengan terus meningkatnya jumlah mahasiswa Paniai di Sorong setiap tahunnya, sementara fasilitas tempat tinggal yang layak masih sangat terbatas.
Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) IPMAPAN, Noak Kayame menegaskan, bahwa kurangnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar mahasiswa berisiko menghambat pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi kunci utama kemajuan daerah.
Generasi muda Paniai adalah aset masa depan. Tanpa dukungan fasilitas yang layak, seperti asrama, mahasiswa kesulitan untuk fokus pada studi mereka, ujar Kayame dalam konferensi pers di Asrama Paniai, Jalan Malibela Km. 11,5 Lorong II Meuwodide. “Kami meminta Pemda Paniai segera membangun asrama permanen sebagai langkah nyata mendukung pendidikan generasi penerus,” tambahnya.
Kayame menutup pernyataannya dengan mengingatkan pemerintah bahwa jumlah mahasiswa asal Paniai di Sorong terus meningkat setiap tahun. Jika Pemda Paniai tidak segera mengambil langkah konkret, peluang untuk meningkatkan SDM generasi muda Paniai akan terbuang sia-sia. “Pemerintah harus peka dan bergerak cepat. Jangan biarkan mahasiswa Paniai berjuang sendiri tanpa dukungan. Kami butuh aksi nyata, bukan janji,” katanya.
Ia bilang, pesan tegas ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi Pemda Paniai agar segera merespons tuntutan mahasiswa, demi masa depan pendidikan dan kemajuan Kabupaten Paniai. Ketua Asrama Paniai, Nataniel Yogi menambahkan, bahwa asrama bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan juga ruang untuk pengembangan diri dan interaksi sosial antar mahasiswa.
Namun, hingga kini, berbagai kegiatan rutin seperti penerimaan mahasiswa baru, perayaan Natal bersama, hingga syukuran kelulusan, masih terpaksa dilakukan di tempat yang disewa, karena belum adanya asrama permanen. Kami butuh ruang untuk belajar, berkumpul, dan berkembang bersama. Tanpa asrama, semua itu sulit diwujudkan. Kami merasa terabaikan, kata Yogi penuh harap.
Senior IPMAPAN, Jhongky Pigome juga menekankan, bahwa kebutuhan akan asrama permanen ini sudah sangat mendesak. Menurutnya, asrama merupakan simbol perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa asal Paniai. Bayangkan, kami harus menyewa tempat untuk setiap kegiatan karena fasilitas tidak tersedia. Padahal, asrama adalah ruang membangun kenyamanan, solidaritas, dan pengembangan ilmu. Apakah ini yang disebut dukungan pemerintah, ungkap Pigome dengan nada kecewa.