Keluhkan Kekurangan Air Bersih di Lapas Perempuan, Pj Gubernur Langsung Respons
TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Warga binaan bagian dari masyarakat yang tidak boleh dipisahkan dari masyarakat. Hal itu disampaikan Pj Gubernur Papua M Ridwan Rumasukun pada acara Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kunjungan kerja TP PKK Pusat Pokja I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga bagi Perempuan dan Anak pada Lapas Klas III Jayapura.
Kunjungannya bersama TP PKK untuk memberi suport kepada para warga binaan. Bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat yang sedang menjalani masa pembinaan.
“Saya harap setelah mereka keluar dari Lapas binaan usai menyelesaikan masa hukumannya, masyarakat atau lingkungan bisa menerima mereka dengan baik,” ucap Ridwan.
Pada saat kunjungan Gubernur di Lapas warga binaan menyampaikan persoalan air bersih dan musala untuk tempat ibadah bagi yang muslim.
“Permintaan air bersih dan musala akan kita penuhi semua, kalau bisa dilaksanakan hari ini maka hari ini kita laksanakan. Bahkan, Musala kalau bisa dikerjakan besok maka dikerjakan besok tidak pake lama lama,” ucap Ridwan.
Melina salah satu warga binaan mengaku betapa sulitnya mendapatkan air bersih di Lapas, bahkan untuk air minum mereka terpaksa membelinya.
“Untuk air minum kami beli sendiri, namun untuk air mandi dan mencuci sangat tidak layak. Tidak layaknya air bersih membuat penghuni Lapas mengalami permasalahan dengan kewanitaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Jayapura, Hanna Sinurat mengapresiasi kunjungan TP PKK Pusat, TP PKK Papua dan Pj Gubernur Ridwan Rumasukun. Apalagi kehadiran mereka langsung menjawab semua keluhan warga binaan setempat.
“Kita apresiasi kehadiran Gubernur yang datang dengan rombongan PKK dan mau membantu menyediakan air bersih, musala dan mesin babat rumput,” ucapnya.
Di Lapas Perempuan, Gubernur bersama tim PKK memborong noken milik warga binaan yang dirajut selama mereka berada di dalam Lapas.(tt)