Jurnalis Yang Mau Menjadi Timsukses Paslon Kepala Daerah Harus Mengundurkan Diri Dari Wartawan
TERASTIMUR.com, JAYAPURA – Adanya sejumlah jurnalis di Provinsi Papua yang menjadi tim sukses calon kepala daerah di Bumi Cenderawasih menyita perhatian serius Ketua Dewan Pers, DR Ninik Rahayu.
Aktivis perempuan yang juga dosen Fakultas Hukum ini secara tegas mengatakan, Dewan Pers sudah mengeluarkan edaran terkait hal tersebut agar tidak terjadi tumpeng tindih antara kerja jurnalistik dengan tim sukses.
“Kalau menjadi tim sukses calon kepala daerah, termasuk tim sukses, harus menundurkan diri atau cuti sebagai wartawan,”tegasnya.
Penegasan DR Ninik Rahayu tersebut sekaligus menjawab pertanyaan sejumlah jurnalis yang mengikuti Workshop Liputan Pemilu dan Pilkada 2024 yang dilaksanakan di Swissbell Hotel Kota Jayapura, Selasa (15/10/2024).
Bahkan pada kesempatan itu, DR Ninik Rahayu juga mengingatkan para jurnalis terkait kasus yang menimpa salah satu host, Aiman Wicaksono.
Dalam kasus tersebut, lanjut DR Ninik Rahayu, Dewan Pers tidak bisa memberikan bantuan perlindungan mengingat saat peristiwa itu terjadi yang bersangkutan kapasitasnya bukan sebagai jurnalis.
“Makanya ini penting saya tegaskan, biar ada pembeda kerja jurnalis dan kerja tim sukses atau kerja politik,” tukasnya.
Masih menurut DR Ninik Rahayu, penegasan itu disampaikan karena terkait penanganan penyelesaian jika dikemudian hari hasil pelaporan itu menimbulkan permasalahan hukum.
Jika produk yang dipermasalahkan itu merupakan hasi jurnalistik, maka penanganannya di Dewan Pers dengan mengacu Undang-undang Pers.
Begitu juga sebaliknya, jika yang dipersoalkan tersebut bukan kategori produk jurnalistik, maka penyelesaiannya melalui Undang-undang ITE.
Melalui penegasan tersebut agar marwah jurnalis tetap terjaga dan terlindungi sebagai tugas mulia dan menyajikan informasi yang mencerdaskan kepada masyarakat tanpa ada tendensi kepentingan-kepentingan politik.
“Wartawan itu mulia dan masyarakat menunggu informasi dari wartawan yang mencerdaskan dan tanpa ada embel-embel kepentingan politik. Jadi harus dipisahkan, mana jurnalis dan mana tim sukses,” terangnya.(yb)