Jejak Senjata dan Provokasi: Dugaan Keterlibatan TPNPB-OPM di Balik Memanasnya Perang Suku di Papua

0

TERASTIMUR.COM – Sejumlah indikasi lapangan menunjukkan bahwa eskalasi perang suku di Papua tidak sepenuhnya berdiri sebagai konflik adat murni, melainkan kerap dipengaruhi oleh kehadiran dan manuver TPNPB-OPM. Konflik yang semula dapat diselesaikan melalui denda adat dan musyawarah berubah menjadi bentrokan mematikan ketika senjata api, ancaman, dan provokasi narasi politik masuk ke ruang sosial masyarakat. Pola ini berulang di beberapa wilayah, memperlihatkan pergeseran karakter konflik dari adat menjadi kekerasan terorganisir.

 

 

Keterangan tokoh adat dan warga setempat menguatkan dugaan bahwa perang suku dimanfaatkan sebagai alat pengaburan baik untuk memperluas pengaruh, memecah solidaritas antar kampung, maupun menutupi aktivitas kelompok bersenjata. Dalam praktiknya, ketegangan adat diperpanjang dengan tekanan terhadap kepala kampung, penyebaran isu, dan pengalihan jalur damai ke konfrontasi. Cara ini bertentangan dengan kearifan lokal Papua yang menjunjung rekonsiliasi dan pemulihan hubungan sosial.

 

 

Para pemuka adat menegaskan bahwa tradisi perang suku tidak pernah melibatkan senjata api, teror terhadap warga sipil, atau agenda politik. Masuknya unsur tersebut dinilai merusak tatanan adat dan nilai Injil yang menempatkan perdamaian sebagai tujuan akhir. Dengan demikian, TPNPB-OPM diduga memperkeruh konflik internal masyarakat, menjadikan rakyat sebagai korban ganda, kehilangan rasa aman, rusaknya mekanisme adat, dan terhambatnya pembangunan sosial. Seruan menguat agar provokasi bersenjata dihentikan dan penyelesaian adat dikembalikan ke jalur damai demi keselamatan warga sipil.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *