HAM Apakah Hanya Untuk KKB Dan Sekutunya?
TERASTIMUR.com – Gelombang kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua semakin mencemaskan, khususnya setelah serangkaian serangan terhadap aparat keamanan yang mengakibatkan korban jiwa. Di tengah kondisi ini, pertanyaan mengenai peran aktivis HAM dalam menghadapi kekerasan ini pun mencuat.
Beberapa kasus serangan oleh KKB terhadap aparat keamanan belakangan ini memunculkan kecaman luas dari masyarakat. Serangan-serangan ini tidak hanya menargetkan aparat keamanan, tetapi juga melibatkan pembunuhan warga sipil yang tidak bersalah. Seperti yang terjadi pada kemarin Senin 17 Maret 2024, 2 orang aparat keamanan di siksa yang mengakibatkan 1 orang luka luka dan 1 orang meninggal dunia.
KKB merasa apa yang dilakukan adalah sebuah kebenaran dari tindakan kekerasan mereka. Mereka menggunakan berbagai platform media sosial untuk menyebarkan narasi bahwa serangan terhadap aparat keamanan adalah bentuk perlawanan terhadap “penjajah” Indonesia.
Dalam hal tersebut, pertanyaan muncul mengenai peran aktivis HAM di Papua. Aktivis HAM yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan, namun mereka bungkam ketika aparat keamanan yang menjadi korban, Namun ketika KKB yang menjadi korban para aktivis HAM bersuara paling Keras dan menyatakan Bahwa Aparat Keamanan melanggar HAM, Apkam telah melakukan pelanggaran HAM berat serta membuat sebuah alibi KKB yang menjadi Sasaran Adalah warga Sipil Biasa.
Dari seluruh kasus yang selama ini ketika KKB melakukan pelanggaran HAM, aktivis HAM selalu diam seolah olah tidak terjadi apapun di tanah Papua. Bagaimana Nasib OAP yang berada di papua, para Tukang ojek yang pernah menjadi korban bahkan pekerja untuk membangun Papua pun di bantai oleh KKB.
Dalam kondisi yang semakin tegang ini, panggilan untuk tindakan konkrit dari aktivis HAM menjadi semakin penting. Mereka memiliki peran kunci dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, memperjuangkan hak-hak korban kekerasan, dan menegaskan bahwa kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi.
Bagaimanakah HAM yang di Perjuangkan oleh Para Aktivis HAM, Aparat Keamanan Apakah Tidak Memiliki HAM, masyarakat pendatang apakah tidak memiliki HAM, bahkan OAP yang ingin hidup Damaipun apkah tidak memiliki HAM. (tt)