BPJS Ketenagakerjaan Manokwari Berikan Beasiswa Kepada 92 Orang Ahli Waris
TERASTIMUR.com, MANOKWARI – Terhitung mulai 2022 hingga 2024, sudah ada 92 anak dari dari peserta jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) yang menerima beasiswa dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manokwari Chandra Frans Sitanggang mengatakan, manfaat beasiswa itu diberikan sebagai bagian dari program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Ia menjelaskan, Jamsostek merupakan jaminan sosial dari negara untuk melindungi pekerja. Ketika peserta jamsostek meninggal dunia atau mengalami kecelakaan kerja, setidaknya keluarga yang ditinggalkan dapat terbantu secara ekonomi.
“Anak yang mendapat beasiswa dimulai sejak tingkat TK sampai Perguruan Tinggi dan diberikan pada maksimal dua anak dengan nominal 174 juta,” ungkap Chandra Frans Sitanggang.
Ia menjelaskan, beasiswa diberikan kepada anak dari tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja dengan kepesertaan minimal 3 tahun.
Kategori kecelakaan kerja yang dimaksud, yakni cacat total tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, dan meninggal karena sakit.
Besaran beasiswa yang diberikan untuk tiap tingkatan berbeda, untuk jenjang TK dan SD sebesar Rp1,5 juta per tahun, SMP Rp2 juta per tahun, SMA Rp3 juta per tahun, serta Perguruan Tinggi Rp12 juta per tahun dengan maksimal lima tahun.
“Misalnya ada peserta JAMSOSTEK yang meninggal kemudian anaknya masih TK, jadi anak itu akan menerima beasiswa dari TK sampai kuliah. Jadi pemberian beasiswa waktunya cukup panjang,” ujarnya.
Ia mengatakan, beasiswa terakhir yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan diserahkan pada Debora Putri Sarbi dan Tabita Suzet Sarbi, ahli waris dari almarhum Pendeta Asael Sarbi yang bekerja sebagai Guru Honorer TK.
Debora Putri Sarbi mendapat beasiswa dengan total Rp69 juta dan Tabita Suzet Sarbi sebesar Rp63 juta.
Sementara istri almarhum Ratna Yanti Masipuang mendapatkan santunan kematian sebesar Rp42 juta.
“Hari ini kita serahkan secara simbolis. Nominal total beasiswa sebesar itu akan kita berikan secara bertahap tiap tahun sampai keduanya lulus kuliah,” jelasnya.(tt)