Untuk Menekan Tingkat Buta Aksara di Lanny Jaya, Diharapkan Ada Kepedulian Pemerintah Terhadap Masyarakat
TERASTIMUR.com, WAMENA – Butuh kepedualian bersama untuk memberantas buta aksara di Kampung Kumuluk, Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.
Pasalnya, menurut Tokoh Perempuan Kumuluk, Selim Wakur, persoalan buta aksara di Kabupaten Lanny Jaya tak kunjung tuntas.
“Sejauh ini ada 67 orang yang dipastikan belum tahu baca dan menulis, sebanyak 39 orang diantaranya merupakan anak-anak di bawah umur yang seharusnya mendapatkan layanan pendidikan dasar sejak usia dini,” ungkap Selim.
Sistem belajar mengajar yang kurang efektif memiliki dampak yang sangat besar dalam peningkatan buta aksara bagi anak-anak generasi penerus.
“Minimnya waktu aktivitas belajar yang terbatas maka dampaknya sangat besar, dimana dalam lingkungan yang bebas, anak-anak sangat rentan terpengaruh dalam pergaulan bebas,” bebernya.
“Buktinya, anak-anak dari kampung ini mulai bersentuhan dengan minuman keras, ganja, dan seks bebas di bawah umur. Nasib dan masa depan mereka sangat terancam dalam usia produktif,” terang dia.
Selim menjelaskan, sebuah pendidikan yang diarahkan pada pengembangan, sepenuhnya pada kepribadian manusia, dan untuk memperkuat penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan dasar.
Kemudian meningkatkan pengertian, toleransi dan persaudaraan sesama bangsa, kelompok rasial dan agama, dan mengembangkan kegiatan-kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam memelihara perdamaian.
Selim berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lanny Jaya dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperhatikan setiap SD dan SMP yang ada di tingkat distrik di Kabupaten Lanny Jaya terutama SD Inpres Longgi di Kampung Kumuluk Distrik Tiom.(tt)