Bawaslu Merauke Keluhkan Rusaknya Jaringan Internet “Kemungkinan Akan Adanya Kecurangan”
TERASTIMUR.com, MERAUKE – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Merauke, mengeluhkan dampak dari rusaknya jaringan internet milik PT Telkom di Merauke.
Yang mengakibatkan sistem pengawasan di media sosial tidak dapat berjalan maksimal.
Buruknya layanan Telkom juga kerap terjadi di wilayah Papua Selatan.
Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi publik soal bagaimana upaya mitigasi dari penyedia jasa internet.
Ketua Bawaslu Kabupaten Merauke, Agustinus Mahuse, mengatakan, menyebut di era digitalisasi saat ini, banyak masyarakat dan para calon legislatif hingga presiden membahas politik serta melakukan kampanye melalui media sosial.
“Bagaimanapun juga, rata-rata kita lihat kalau persoalan Pemilu banyak orang membahasnya di media sosial,” ucap Agustinus
Hasil pengawasan yang didapat di lapangan, saat ini tidak lagi dapat dilaporkan secara langsung, sebab jaringan Internet tidak mendukung.
Di sisi lain, dampak putusnya kabel optik milik Telkom di perairan wilayah Merauke, menghambat perekrutan anggota Pengawas Pemilu.
“Seharusnya dalam minggu ini sudah selesai perekrutan, kami perlu input data, tapi kalau kondisi jaringan sperti ini, bagaimana kita mau maksimal,” terangnya.
Bawaslu Merauke membutuhkan sedikitnya 700 tenaga Pengawas untuk bekerja pada pemilihan 14 Februari mendatang.
“Karena kendala jaringan saat ini, kita tidak dapat mengetahui pasti jumlah calon anggota Pengawas yang telah mendaftar di setiap distrik, dampak jaringan ini sangat merugikan pihak penyelenggara dan Pemilu,” ungkapnya.
Melihat dengan adanya fenomena rusaknya jaringan pada saat masa kampanye dan mendekati hari pencoblosan, dapat dipastikan ada kecurangan yang terjadi.
“Potensi kecurang bisa saja terjadi, apalagi jaringan internet di Merauke rusak seperti ini,” tegasnya
Kabel Optik bawah laut milik PT Telkom Grub pada ruas Timika-Merauke mengalami gangguan.
Akibatnya, jaringan internet di Merauke, Papua Selatan kembali memburuk.
Kerusakan kabel optik berada pada jarak 138 kilometer dari Kabupaten Merauke, dari kedalaman 42 meter di bawah permukaan laut.
Kepala Kantor Telkom Merauke, Justino Fernandes, mengatakan gangguan atau rusaknya kabel optik terjadi pada Kamis (4/12/2024) pukul 09.50 WIB.
Situasi itu menyebabkan jaringan telepon biasa dan internet mati total atau degradasi.
Hal ini berdampak buruk bagi pelayanan berbagai sektor, baik layanan pemerintahan, perbankan, pendidikan hingga perekonomian.(tt)