Dinkes Papua Barat Daya alokasikan Rp20 Miliar dari Dana APBD Atasi Stunting

0

TERASTIMUR.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Netty Howai mengatakan anggaran yang bersumber dari APBD senilai Rp20 miliar untuk mengatasi stunting (gangguan pertumbuhan pada anak), Ini merupakan satu upaya konkret dari pemerintah provinsi untuk melaksanakan program strategis dalam rangka menurunkan angka stunting.

“Karena salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya adalah menurunkan angka stunting, maka dianggarkan dengan nilai sekian supaya program penurunan stunting itu bisa berjalan lebih optimal,” kata Netty Howai.

Salah satu realisasi program prioritas penurunan stunting, katanya, Dinas Kesehatan telah membagikan makanan tambahan kepada bayi, balita, dan ibu hamil di lima kabupaten dan satu kota.

“Ini sudah didistribusikan ke lima kabupaten dan satu kota, nanti makanan tambahan itu diperoleh ketika ikut posyandu,” katanya.

Berkaitan dengan itu, pada November 2023 Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya akan meluncurkan (melaunching) dapur gizi di setiap kabupaten dan kota.

“Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya akan menyiapkan makanan dan anggaran kemudian dijalankan setiap kabupaten dan kota untuk memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil dan balita sampai usia dua tahun,” kata Netty.

Karena sesuai dengan program nasional pada 2024 itu angka stunting sudah harus turun di angka 14 persen. Kemudian angka stunting di Provinsi Papua Barat Daya sampai dengan Oktober 2023 sudah mencapai 12 persen dari 19,9 persen pada 20 Juli 2023.

Ini, kata Netty, merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten dan kota serta stakeholder (pemangku kepentingan) lainnya seperti LSM dan juga yayasan yang bergerak di bidang kesehatan.

Dia juga memberikan apresiasi kepada PLN UP3 Sorong yang telah menyalurkan bantuan paket gizi kepada masyarakat pada 24 Oktober 2023.

Kepala Dinas Kesehatan PBD juga menyampaikan terimah kasih kepada PLN yang sudah mau ambil adil dalam menangani masalah penurunan Stunting, Hal ini perlu adanya kolaborasi dengan elemen lain sehinga penurunan stunting mencapai nol persen di tahun 2024. (tt)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *