10 Orang Terluka Akibat Bentrok Antara Brimob Dan TNI AL di Sorong

0

TERASTIMUR.com, MANOKWARI – Kapolda Papua Barat, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyatakan bentrok antara anggota TNI AL dan anggota Brimob Polri di Kota Sorong dipicu salah paham.

Hal itu disampaikan Kapolda Papua Barat dalam konferensi pers didampingi pimpinan TNI wilayah Papua Barat Daya (PBD) di kota Sorong, Minggu (14/4/2024) malam.

Kapolda juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pangkoarmada III atas tindakan beberapa personil Brimob Polda Papua Barat yang bertugas di Sorong dan berselisih paham dengan oknum TNI AL.

“Kami berkomitmen tetap menjaga soliditas bersama TNI di wilayah hukum Polda Papua Barat karena masih ada agenda nasional yaitu pengamanan Pilkada 2024 yang membutuhkan sinergitas TNI dan Polri,” ujarnya.

Kapolda  berkomitmen untuk menyelidiki secara utuh dan tuntas terhadap anggota Brimob yang terlibat dalam peristiwa itu agar diproses hukum.

Ia mengakui sedikitnya 10 personel yang terlibat bentrok mengalami luka akibat selisih paham sedang menjalani perawatan medis.

“Sampai saat ini, 4 rekan kita dari TNI AL masih dalam perawatan, demikian juga 1 personel dari Polres Tambrauw dan 5 personel Polres Sorong Kota sudah dilakukan perawatan,” ujar Johnny.

Ia berharap anggotal TNI AL dan anggota Polri yang dirawat agar segera pulih untuk sama-sama saling bergandengan tangan melaksanakan tugas seperti biasa.

Kapolda mengimbau agar masyarakat tak terprovokasi berbagai kabar bohong (hoaks) yang berkembang di berbagai media sosial terkait peristiwa itu.

Ia mengatakan tugas TNI dan Polri adalah menjaga kerukunan, membangun toleransi, pesan persatuan dalam keberagaman, sehingga menjaga soliditas adalah harga mati.

“Kepada masyarakat di kota Sorong dan semua yang ada di tanah Papua, kami imbau agar jangan terhasut ataupun terbawa informasi yang tidak benar,” ujar Johnny Eddizon Isir.

Ia mengatakan Polda Papua Barat berupaya agar hal serupa tidak terulang dan masing-masing institusi akan melakukan konsolidasi internal.

“Silakan masyarakat Kota Sorong melakukan akvifitas seperti biasa, permasalahan sudah selesai. Kami masing-masing akan melakukan penyelidikan terhadap permasalahan ini untuk penegakan hukum sesuai kriteria perbuatan mereka,” ucapnya.(tt)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *