Gelar Workshop III YPMAK Hasilkan 6 SOP Untuk Program Kampung Sehat

0

TERASTIMUR.com, TIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI),dari tanggal 23 – 25 Januari 2024 menggelar workshop III tentang perubahan organisasi dan pelaksanaan sistem Program Paket Pemberdayaan dan Kemandirian (P3K) pada pilot project kampung sehat.

Kegiatan yang digelar di Swiss-Belinn Timika tersebut menghasilkan 6 Standar Operasional Prosedur (SOP), dan ditutup Direktur YPMAK, Vebian Magal.

“Dalam workshop III ini kami telah menghasilkan beberapa dokumen pendukung. Namun masih ada catatan yang akan dilakukan perbaikan sampai batas waktu 15 Februari 2024 nanti,” kata Wakil Direktur Grant Making YPMAK, Yohan Wambrauw.

Yohan mengatakan, untuk menjalani program tersebut ada 6 SOP yang harus dijalani.

SOP 1 tentang perencanaan, SOP 2 tentang penyusunan, SOP 3 tentang pengumuman, SOP 4 tentang seleksi, SOP 5a tentang pelaksanaan perjanjian kerjasama, SOP 5b tentang pelaksanaan pencarian dana, SOP 5c tentang pelaksanaan monitoring, SOP 6a tentang penutupan – evaluasi, SOP 6b tentang penutupan – audit, dan SOP 6c tentang penutupan.

“SOP itu mulai perencanaan sampai evaluasi. Kami juga membuat SOP tentang audit, baik internal, eksternal, maupun audit terkait program secara keseluruhan dan keuangan. Ditambah dengan SOP penutupan,” kata Yohan.

Yohan menjelaskan, dengan adanya 6 SOP tersebut, maka ada perbedaan untuk pelaksanaan program kampung sehat. Sebelum ada SOP, memang pelaksanaan program kampung sehat dilaksankan oleh mitra. Namun, pihak yayasan masih terlibat di dalam pelaksanaan,

Namun, dengan adanya SOP ini, YPMAK sudah berposisi sebagai donatur atau pemberi dana. Sementara untuk pelaksanaan programnya dilaksanakan oleh mitra. SOP ini hanya membantu, setiap program harus dilakukan dengan tahapan-tahapan yang lebih terstruktur.

“Bisa dibilang, pelaksanaan program kampung sehat secara penuh dilaksanakan oleh mitra. Posisi dari YPMAK sendiri hanya untuk memberikan dana, monitoring dan evaluasi. Serta melakukan audit,” jelasnya.

Sementara untuk target pelaksanaan SOP pada pilot project program kampung sehat akan diselesaikan 15 Februari 2024. Selanjutnya akan dibawa ke yayasan untuk dilakukan rapat pengurus untuk dipaparkan.

Kemudian, setelah itu SOP ini dibawa ke pembina YPMAK untuk meminta persetujuan. Dengan demikian, pada bulan Maret 2024 nanti sudah dilakukan perencanaan strategi, penjaringan mitra yang akan menjalankan dalam konteks grant making.

“Sementara ini, program kampung sehat sedang dijalankan oleh Persekutuan Pelayanan Kesehatan Kristen di Indonesia (Pelkesi) Wilayah 5 Papua, sampai pada tanggal 31 Mei 2024 nanti. Sebelum masa itu habis, maka semua mitra akan melakukan penawaran untuk pelaksanaan program kampung sehat dalam konsep grant making,” tutupnya.(tt)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *