TNI Klaim Tak Terlibat Dalam Meninggalnya Seorang Ibu di Intan Jaya Papua

0

TERASTIMUR.com-Kepala Pusat Penerangan Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi mengatakan, militer tidak terlibat dalam peristiwa penembakan yang mengakibatkan meninggalnya seorang ibu bernama Hetina Mirip di Kampung Jaindapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Adapun jasad Hetina Mirip ditemukan pada 23 Mei di Kampung Ndugusiga, Distrik Sugapa.

Kristomei mengatakan, sejak 15 Mei lalu prajurit TNI sudah ditarik dari Distrik Sugapa Lama atas permintaan bupati dan tokok masyarakat setempat. “Ini murni hoaks yang dirancang untuk membentuk opini sesat bahwa TNI membunuh warga Papua. Hetina meninggal akibat kekerasan OPM,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (27/5/2025).

Berdasarkan keterangan saksi, ujar dia, Hetina Mirip terakhir kali terlihat di Kampung Mamba Bawah pada 15 Mei. Hetina dilaporkan mengungsi ke tempat tersebut untuk menghindari ancaman kelompok separatis.

Dia menjelaskan, tiga hari berselang Hetina Mirip dilaporkan hilang dari posko pengungsian. Warga, katanya, menduga perempuan itu kembali ke kampung asalnya, Jaindapa. “Dalam perjalanan, ia dicegat dan ditembak oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Daniel Aibon Kogoya,” ujarnya.

Kristomei juga membantah informasi yang menyebutkan Hetina Mirip memiliki anak. Menurut dia, informasi yang didapat aparat militer dari warga dan tokoh adat, Hetina tidak memiliki keturunan. “Nama Antonia Hilaria Wandagau tidak dikenal oleh masyarakat sekitar,” ucap jenderal bintang dua itu.

Sebelumnya memperoleh pesan siaran dari seorang yang mengaku sebagai anak Hetina Mirip, Antonia Hilaria Wandagau. Dalam pesan itu, ia meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membuka mata dan nurani terhadap konflik bersenjata di Papua yang terus memakan korban sipil.

Dalam operasi militer Satgas Habema, dia menyebut, Hetina hanyalah seorang ibu rumah tangga yang mengurusi dapur, bukan bagian dari kelompok bersenjata.

Sementara itu, Sekretariat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Papua menyatakan telah memverifikasi laporan ihwal dugaan penembakan dan pembakaran yang dilakukan terhadap seorang ibu bernama Hetina Mirip di Kampung Jaindapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Kepala Sekretariat Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari mitra di lapangan, perempuan atas nama Hetina Mirip merupakan korban penembakan saat terjadi operasi militer yang dilakukan Satuan Tugas Habema, Rabu (14/5/2025) lalu.

“Siapa yang menembak, kami masih memverifikasi laporan-laporan yang kami peroleh dari mitra di lapangan,” kata Frits saat dihubungi, Minggu (25/5/2025).

Dia menjelaskan, berdasarkan tradisi suku Migani atau mereka yang mendiami tanah di Intan Jaya, perempuan dilarang keras jadi korban kekerasan, apalagi menjadi korban meninggal dunia akibat penembakan dari konflik bersenjata yang terjadi.

Syahdan, mengenai pembakaran jenazah Hetina, Frits mengatakan, itu merupakan tradisi masyarakat sekitar. “Masyarakat membakar jenazah yang bersangkutan setelah menemukan korban yang dibunuh dan dipulasara secara tidak manusiawi,” ujar dia.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *