Ruang Gerak Egianus Kogoya Semakin Di Persempit Oleh Polda Papua

0

TERASTIMUR.COM – Enam bulan berlalu, sejak 7 Februari 2023, upaya negosiasi telah dilakukan oleh berbagai pihak agar pilot Susi Air, Philip Mark Merthens dapat diselamatkan dari tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sang pilot disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Negosiasi menjadi pilihan utama bagi aparat keamanan di bawah koordinasi Kapolda Papua dan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih.

“Langkah-langkah yang sudah kami lakukan selama ini yakni melakukan pendekatan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan keluarga. Ini selalu terus kami lakukan, muda-mudahan Egianus bisa segera serahkan pilot kepada kami,” ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura.

Pihak-pihak yang digerakkan untuk melakukan negosiasi berasal dari unsur agama, adat, hingga kerabat dari Egianus Kogoya.

Tetapi, selama enam bulan berjalan, upaya komunikasi dari orang-orang yang telah digerakkan, belum membuahkan hasil sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa mereka hanya memanfaatkan situasi untuk mendapat keuntungan sendiri.

Melihat hal tersebut, Fakhiri menjelaskan bahwa sosok Egianus merupakan orang yang sulit didekati, sehingga hanya sedikit orang yang bisa melakukan komunikasi langsung.

“Kalau yang saya dengar dan evaluasi, mungkin lebih kepada motif ketidakmampuan orang-orang itu untuk berkomunikasi dengan Egi. Sebab Egi inikan sosok yang susah didekati siapa pun sehingga kita harus mencari orang yang tepat agar bisa langsung bertemu Egi,” tuturnya.

“Kalau orang yang mungkin di pinggiran mungkin hanya bisa numpang namanya agar bisa terkenal dan segala macam. Makanya kami dari aparat dan pemerintah mencari orang yang bisa benar-benar bertemu Egianus,” sambung Fakhiri.

Tetapi, Fakhiri memastikan bahwa sudah ada beberapa orang yang dipercaya menjadi penghubung, telah bertemu langsung dengan Egianus Kogoya..

Hanya saja, hingga kini belum ada kesepakatan untuk pembebasan Kapten Philip.

“Ini yang masih kami tunggu, sebab yang sudah ketemu saja masih susah mendengar apa yang Egi putuskan atau apa kesepakatan yang dibuat. Makanya kami bersabar saja, waktunya nanti menentukan, apakah nanti pilot itu dilepas atau tidak,” tuturnya.

Hanya saja, hingga kini belum ada kesepakatan untuk pembebasan Kapten Philip.

“Ini yang masih kami tunggu, sebab yang sudah ketemu saja masih susah mendengar apa yang Egi putuskan atau apa kesepakatan yang dibuat. Makanya kami bersabar saja, waktunya nanti menentukan, apakah nanti pilot itu dilepas atau tidak,” tuturnya.

Hanya saja, hingga kini belum ada kesepakatan untuk pembebasan Kapten Philip.

“Ini yang masih kami tunggu, sebab yang sudah ketemu saja masih susah mendengar apa yang Egi putuskan atau apa kesepakatan yang dibuat. Makanya kami bersabar saja, waktunya nanti menentukan, apakah nanti pilot itu dilepas atau tidak,” tuturnya.

Hanya saja, hingga kini belum ada kesepakatan untuk pembebasan Kapten Philip. “Ini yang masih kami tunggu, sebab yang sudah ketemu saja masih susah mendengar apa yang Egi putuskan atau apa kesepakatan yang dibuat. Makanya kami bersabar saja, waktunya nanti menentukan, apakah nanti pilot itu dilepas atau tidak,” tuturnya.



About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *