Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua Gelar Konferpusus di Biak, Ini Pesan Ketum Goodlif
TERASTIMUR.com-Badan Pengurus Pusat Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua menggelar Pra Konferensi Pusat Khusus (Konferpusus) Istimewa Kamar Adat Pengusaha se- Tanah Papua yang berlangsung selama tiga hari mulai 10 – 13 Januari 2025, di Swiss Bellhotel Cenderawasih Biak.
Ketua Umum BPP KAP Papua, Goodlif Wolter Baransano mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk membahas sekaligus menyepakati berbagai program kerja dan ADRT termasuk isu penting lainnya, untuk ditindak lanjuti pada pelaksanaan konferensi istimewa yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret di Jayapura.
“Saya berharap pra konferensi ini bisa menghasilkan sejumlah rekomendasi yang nantinya menjadi rujukan penting dalam rangka percepatan pembangunan di Tanah Papua, baik di sektor rill maupun konstruksi serta sejumlah jasa lainnya,” ujar Goodlif Baransano dalam konferensi pers, Jumat (10/01/2025).
Goodlif menambahkan, Kamar Adat Pengusaha Papua seharusnya diberdayakan agar hidup mandiri dan sejahtera, sekaligus menjadi tuan di negerinya sendiri, sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui kabinet merah putih.
“Pengusaha asli Papua hari ini mulai menjemput semua program pemerintah, karena KAP Papua adalah bagian dari warga Negara Indonesia di setiap kabupaten/kota di Tanah Papua yang berhak lewat implementasi lembaga – lembaga tinggi Negara yang berkedudukan di Tanah Papua, yang berkewajiban untuk menumbuhkan ekonomi. Kami KAP juga sudah membuat sebuah program yang akan menjadi wajib pajak untuk menumbuhkan ekonomi negara dan KAP Papua sudah siap untuk melakukan itu,” ungkapnya.
Dirinya mengatakan, sesuai data anggota pengusaha KAP Papua dan data kualifikasi, setiap perusahan yang dimiliki KAP baik di kualifikasi kecil, menengah dan teratas, akan disesuaikan dengan presentasi pembagian dimulai dari nol persen hingga puluhan persen.
Ia berharap adanya dukungan pemerintah dalam bersinergi dengan KAP sebagai garda terdepan dalam mengedepankan ekonomi bagi para pengusaha lokal sesuai amanat otonomi khusus Papua. “Kami berkomitmen di awal tahun ini akan melakukan pembinaan bagi pengusaha orang asli Papua diberbagai bidang, agar mandiri dan mampu menciptakan peluang kerja bagi orang lain,” tandasnya.