Marinus Kosay Raih Gelar S2 dan Akan Kembangkan Pertanian di Papua Pegunungan

0

TERASTIMUR.com-Setelah perjalanan panjang yang penuh tantangan, Marinus Kosay, akhirnya meraih gelar Magister Ilmu Pertanian pada 20 November 2024 di Universitas Papua (UNIPA). Gelar S2 yang diraih Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Papua Pegunungan itu menambah kedalaman pengetahuan dan pengalaman dalam sektor pertanian, bidang yang telah menjadi bagian integral dari perjalanan kariernya.

“Saya memulai pendidikan tinggi di bidang pertanian dengan mengambil program D3 Aperta, yang kini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Akuino di Jayapura, “katanya saat diwawancarai Tribun di Asrama Mahasiswa Jayawijaya kota studi Manokwari, Minggu (24/11/2024).

Kecintaannya pada dunia pertanian mendorongnya untuk terus menambah ilmu.  Setelah menyelesaikan D3, ia melanjutkan ke jenjang S1 dengan jurusan Agronomi, lulus pada 1997. Semangat belajar Marinus Kosay tidak berhenti di sana. Pada 2008, ia kembali melanjutkan pendidikan S1 dijurusan Agro Teknologi dan berhasil menyelesaikannya pada akhir 2010. Keinginan untuk lebih mendalami ilmu pertanian membawa Marinus untuk menempuh studi Pascasarjana di Universitas Papua, yang ia rampungkan pada 2024.

Perjalanan kariernya dimulai di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan pada 2022, tempat ia pertama kali bertugas sebagai ASN. Satu diantara jabatan pentingnya adalah Kepala seksi di Bidang Tanaman pangan dan Hortikultura di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Di sinilah, Marinus Kosay menunjukkan dedikasinya untuk memajukan sektor pertanian di Papua Pegunungan. Ia menginisiasi program mekanisasi pertanian dengan membawa 117 unit traktor dari Jakarta ke Wamena, yang didanai melalui aspirasi yang ia usulkan ke pemerintah pusat.

“Alat-alat mekanisasi ini digunakan untuk mengolah lahan basah dan kering, serta membantu mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah tidak produktif, dengan memanfaatkan kearifan lokal,” kata Marinus Kosay mengenang pengalamannya membawa teknologi pertanian modern ke tanah Papua.

Keberhasilannya tidak berhenti pada alat-alat pertanian saja. Marinus juga mengembangkan kelompok tani, seperti kelompok tani yang menanam nenas terbesar di Jayawijaya. Perjalanan karier Marinus Kosay mengalami tantangan besar. Meski telah mengabdi di sektor pertanian selama bertahun-tahun, ia dipindahkan ke posisi yang jauh dari bidang keahliannya.

Marinus kini bekerja sebagai staf di Majelis Rakyat Papua (MRP), sebuah lembaga yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan disiplin ilmu pertanian yang telah ditekuni selama ini. Penempatan tersebut, ucapnya, tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan tidak memberikan ruang bagi dirinya untuk mengembangkan potensi di bidang pertanian.

“Saya berharap pemerintah yang akan datang dapat menempatkan ASN sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki, bukan hanya berdasarkan kepentingan politik atau hubungan kerja tim,” tegasnya. Ia juga khawatiran jika penempatan ASN tidak sesuai dengan bidang keahlian, terutama dalam sektor pertanian. Ia menilai hal tersebut dapat merusak program-program yang telah dibangun untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Papua

Menurutnya, sektor pertanian yang telah dibangun dengan susah payah akan sulit berkembang jika tidak ada pemimpin yang memiliki pengetahuan mendalam dan pengalaman praktis di bidang tersebut.

“Saya ingin kembali ke Dinas Pertanian, di tempat saya dapat mengaplikasikan ilmu dan pengalaman saya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Papua Pegunungan. Kami membutuhkan kebijakan yang tepat dan dukungan dari pemerintah yang benar-benar memahami kebutuhan petani,” ujar Marinus Kosay.

Marinus percaya bahwa dengan penempatan yang tepat, sektor pertanian di Papua dapat berkembang lebih pesat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan dampak positif bagi daerah-daerah yang selama ini bergantung pada pertanian. Harapannya, petani di Papua akan mendapatkan dukungan yang lebih tepat sasaran, bukan hanya bantuan dalam bentuk proposal dan dana yang kurang berdampak pada hasil pertanian.

Kini, bermodal gelar S2 yang telah diraih, Marinus Kosay berharap untuk kembali ke dunia yang ia cintai bergerak di bidang pertanian untuk terus mengembangkan potensi sektor ini di Papua. Dedikasinya yang tak pernah pudar, serta pemahaman mendalam yang ia miliki, menjadi modal penting untuk mewujudkan Papua sebagai daerah yang mandiri secara pertanian.

Bagi Marinus, masa depan pertanian Papua terletak pada tangan mereka yang berkomitmen untuk bekerja bersama petani dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung di lapangan.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *