1 warga sipil di Dogiyai meninggal ditembak polisi

0

TERASTIMUR.COM – Seorang warga sipil bernama Yosua Keiya (20) meninggal dunia setelah ditembak polisi di Obaio Ugapuga, Kampung Idakebo, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Aktivis Hak Asasi Manusia Yones Douw mengecam penembakan itu.

Yones Douw menyatakan penembakan itu terjadi di Madopotumita, Desa Obaio Ugapugam, Kampung Idakebo, sekitar pukul 12.13 WP. Douw menyatakan Yosua Keiya ditembak personel Satuan Brimbob yang bertugas di Kabupaten Dogiyai.

“Dari kronologi yang kami dapatkan, korban Yosua Keiya sedang duduk di pinggir Jalan Madopotumita bersama beberapa temannya. Lalu datang dua mobil berisi anggota Brimob dari arah Idakebo menuju Dogiyai. [Penembakan terjadi] jam 12.13 WP. Anggota Brimob dari dalam mobil yang bergerak menembak dada kanan Yosua Keiya. Yosia langsung jatuh tersungkur di tempat, dan meninggal dunia,” kata Douw.

Menurut Douw, pascapenembakan itu, kedua mobil yang ditumpangi para anggota Brimob bergegas menuju ke arah Dogiyai. “Kejadian itu diperhatikan oleh salah seorang anak kecil. Secara spontan anak itu membunyikan tiang listrik. Masyarakat secara spontan mendatangi tempat kejadian,” kata Douw.

Jenazah Yosua kemudian dibawah ke rumahnya di Obaio Ugapuga, dan disemayamkan di sana. “Alasan ditembak oleh Polisi satuan Brimob belum ada keterangan. Ini laporan awal dari tempat kejadian,” kata Yones Douw.

Douw menyatakan polisi tidak memiliki dasar untuk menembak Yosua Keiya di kawasan permukiman warga. Douw mengatakan perlakuan aparat keamanan itu seperti menyamakan permukiman warga sipil dengan medan perang.

“Tindakan aparat kepolisian itu tidak manusiawi. [Korban] ditembak di tengah-tengah permukiman masyarakat. Seharusnya dia ditangkap saja, itu cukup, tidak perlu main tembak sembarangan. Kami mengutuk keras perlakuan aparat kemanan Republik Indonesia,” kata Yones Douw.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *